Judul Kembar Lagu Iwan Fals

Judul Lagu Iwan Fals Yang Kembar
Tahukah kamu, ada beberapa lagu Iwan Fals dengan judul yang kembar. Beberapa beda kata namun maknanya sama, dan beberapa lainnya malah judulnya sama persis meski lagunya jauh berbeda. Mengapa bisa begitu? Apakah Iwan Fals kekurangan ide untuk memberi judul lagu-lagunya? Atau karena koleksi lagu-lagunya sudah terlalu banyak sampai Iwan Fals lupa pernah memberi judul yang sama sebelumnya?

Mari simak sejenak cerita dari 'mbah penunggu blog ini, lebih asik kalo kita duduk melingkar dan bersila diatas tikar sambil ngopi.. hehehe....



Mak, Emak, Ibu dan Kebaya Merah/Ibuku

Diatas adalah 4 buah judul lagu yang dinyanyikan Iwan Fals. Lagu Mak adalah karya Iwan Fals dimasa dia belum populer terdapat dalam album Perjalanan tahun 1980. Lagu Emak digarap bersama dengan Bagoes AA dan berada dalam album Wakil Rakyat tahun 1987. Lagu Ibu karya keren Iwan Fals yang musiknya dikerjakan oleh Ian Antono dapat dijumpai dalam album 1910 tahun 1988. Lagu Kebaya Merah/Ibuku adalah karya Iwan Fals yang diaransemen musiknya oleh kelompok SWAMI, kelompok saat Iwan Fals bergabung, dan lagu ini berada dalam album SWAMI II tahun 1991.

Mak, Emak dan Ibu maknanya sama yaitu orang tua perempuan, orang tua yang melahirkan kita. Cukup banyak lagu Iwan Fals yang berkisah mengenai Ibu dengan judul yang mirip. Memang sosok Ibu selalu menarik dikisahkan lewat media apa saja seperti dalam lagu-lagu Iwan Fals ini yang merupakan puji-pujian kepada sosok seorang ibu. Dan mungkin Iwan Fals bingung mau memberi judul apa yang tepat. Mungkin dia sempat memikirkan judul Mama, Mami, Mimi tapi dimasa itu mungkin kurang pas. Dan bisa jadi dia sudah memikirkan judul Mbok tapi ndak jadi dipake. Bunda?.

Menambahkan informasi, ada lagu dengan judul Karena Kau Bunda Kami dalam album kelompok Dalbo th 1993. Iwan Fals juga bergabung dalam kelompok ini. Dan lagu bertema ibu dengan makna luas ini dibuat oleh Sawung Jabo, Iwan Fals ikut menyanyikannya bersama-sama personil Dalbo lainnya.


Puing dan Puing

Karena sama persis judulnya, maka untuk tidak membingungkan kita ubah menjadi Puing I dan Puing II. Pada intinya kedua lagu ini berkisah tentang hal yang sama, yaitu mengenai perang dan penggunaan senjata nuklir. Lagu ‘Puing I’ ada dalam album Iwan Fals Sarjana Muda tahun 1981. Lagu ini bercerita mengenai suasana setelah peperangan yang menyisakan banyak duka.

Selang dua tahun kemudian Iwan Fals merilis album Sumbang tahun 1983 yang didalamnya juga ada lagu berjudul Puing, namun lagunya sedikit berbeda dengan Puing versi sebelumnya. Puing II ini bercerita mengenai dampak perang dari sisi para pengungsi. Lalu dalam album Mata Dewa tahun 1989, lagu Puing II ini diaransemen ulang dengan karakter musik rock dari Ian Antono dan vocal garang Iwan Fals. Pada album Mata Dewa judulnya juga sama, Puing.

Cukup membuat bertanya-tanya, mengapa dalam tempo dua tahun Iwan Fals merilis lagu yang berbeda namun menggunakan judul yang sama. Bukannya bisa saja dia memilih judul lainnya. Tapi itu tentu rahasia dapur Iwan, kita cukup menikmati lagunya saja.


Nak dan Nak

Lagu ini judulnya juga sama persis. ‘Nak’, gitu saja. Supaya tidak membingungkan, maka penggemar memberi tambahan pada judulnya, yaitu Nak dan Nak (2). Yang berjudul ‘Nak’ ada dalam album Iwan Fals bertitel Sugali tahun 1984. Sedangkan yang ‘Nak (2)’ ada dalam album Iwan Fals bertitel 1910 tahun 1988.

Kedua lagu ini intinya sama saja bercerita mengenai harapan orang tua kepada anaknya. Namun terdapat perbedaan mencolok diantara kedua lagu ini. Yang lagu ‘Nak’ berisi harapan seperti pada umumnya orang tua kepada anak lelakinya agar kelak menjadi anak yang mandiri. Sedangkan lagu ‘Nak (2)’ malah semacam keputusasaan orang tua terhadap masa depan anak-anaknya yang dianggap susah diraih bila ditempuh dengan cara yang wajar. Lagu Nak yang kedua ini adalah kritikan Iwan Fals terhadap timpangnya kehidupan sosial sehari-hari dimana orang jujur dimusuhi, orang salah di sembah-sembah.


Kota dan Kota

Dalam album Aku Sayang Kamu tahun 1986, Iwan Fals merilis lagu Kota. Dalam lagu ini, kota dikisahkan sebagai tempat yang buas tempat bertarung untuk kehidupan, penuh kelicikan disetiap sudutnya. Lagu ini dinyanyikan Iwan Fals dengan karakter kuat dengan nada-nada ekstra tinggi dan lepas. Mbah yakin sekarang Iwan Fals bakal kerepotan menyanyikan ulang nada-nada tinggi dalam lagu ini.

Selang setahun kemudian muncullah album Lancar (1987), album ini semacam kolaborasi Iwan Fals dengan kawan-kawannya yaitu Maman Piul dan Dama Gaok. Dalam album ini muncul lagi lagu yang berbeda namun berjudul sama persis, yaitu Kota.. Untuk tidak membingungkan, maka penggemar menamakan judul lagu dalam album Lancar ini menjadi Kota (2). Point isinya juga sama mengenai kerasnya hidup di kota.

Asik kan, dalam tempo setahun penyanyi yang sama merilis dua lagu berbeda dengan judul yang sama persis.


Timur Tengah I dan Timur Tengah II

Kedua lagu ini berada dalam album Iwan Fals yang sama, yaitu album Aku Sayang Kamu tahun 1986. Judulnya memang sama dan dibedakan dengan Timur Tengah I dan Timur Tengah II yang tercetak pada cover. Berupa lagu mengenai konflik di kawasan Timur Tengah yang terjadi saat lagu ini dirilis.

Khusus untuk lagu Timur Tengah II, lagu ini selanjutnya dirilis ulang dengan aransemen musik yang berbeda dengan vocal Iwan Fals yang lebih gahar dan sentuhan musik rock khas Ian Antono. Lagu ini kemudian diganti/ditambahkan judul ‘Bakar’ dan dimasukkan kedalam album Mata Dewa tahun 1989.


Potret dan Potret

Saat bersama kelompok SWAMI, Iwan Fals menyanyikan lagu berjudul Potret yang dikemas dalam album fenomenal SWAMI tahun 1989 yang melahirkan hits Bento dan Bongkar. Lagu Potret versi SWAMI ini berisi semacam penolakan terhadap nasehat yang sering diberikan tanpa menyertakan solusi atau sesuatu yang nyata. Mungkin lagu ini mengkritik para motivator-motivator yang kerap tampil. Mereka menyemangati orang untuk sukses, tapi hanya sebatas omongan. Merek menjual nasehat untuk memperkaya dirinya saja. Peduli orang berhasil menjalankan nasehatnya itu atau tidak.

Lalu pada album Belum Ada Judul tahun 1992, kembali Iwan Fals merilis lagu berjudul Potret. Namun lagu ini sangat berbeda jauh dengan Potret sebelumnya. Pada versi ini Iwan Fals menterjemahkan profil kehidupan kota dengan segala macam warna-warninya dalam sebuah lagu yang hanya diiringi gitar akustik yang dimainkannya sendiri.

Dua lagu yang jauh berbeda namun berjudul sama persis. Yang satu ada saat Iwan Fals bergabung dalam format kelompok musik, sisanya dalam format solo album Iwan Fals.

Ada pula lagu Iwan Fals dengan judul Potret Panen + Mimpi Wereng. Kalo yang ini judulnya tidak dianggap sama meski diawali dengan 'potret'  :).

-------------------
Biasanya kalau judul lagu seorang penyanyi sama/mirip dengan judul lagu penyanyi lain itu hal yang wajar. Tapi kalau penyanyi yang sama menulis lagu dengan judul yang sama itu ada banyak kemungkinan. Pertama: dia lupa pernah menulis lagu dengan judul yang sama sebelumnya. Kedua: permintaan/pesanan label rekaman. Ketiga: kesalahan ketik/catat judul pada cover. Keempat: sengaja. Untuk point terakhir ini mengingatkan saya pada judul-judul lagu Iwan Fals dalam album Hijau yaitu Lagu Satu, Lagu Dua, Lagu Tiga dst.....

Gimana anak-anak, apa sudah habis kopinya? Kalo kurang, ituh Mbah masih ada segentong, nyemplung sendiri ya.. Lho, kok tikernya basah.. Oii.. siapa yang ngompol?.. ha ha ha ha... (sb-iwanfalsmania.com)

3 comments:

  1. Berani kuat dan berjiwa seni .itulah iwan fals. :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berani karena benar.. itulah orang hebat :)

      Delete
  2. ijin copas gan buat simpan koleksi blong aku

    sumber nya aku tampil kn ,,, makasih gann

    ReplyDelete

IWANFALSMANIA.COM -> 100% Iwan Fals. Ini bukan situs official.
Komentar di iwanfalsmania.com dimoderasi, harap maklum. Asal bukan spam dan keluarganya, pasti komen Anda kita tayangkan :).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...